Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 10, 2009

Endless Love Part II


Mencari dan menemukan cinta sejati dan pasangan hidup yang sesuai perlu kesabaran. Karena tidak semua teman kencan bersedia untuk menikah. Suatu hubungan pastilah diawali dengan persahabatan yang memungkinkan Anda mengetahui sisi baik dan buruk teman kencan Anda. Bagaimana ciri-ciri seorang pria bisa diajak kencan dan yang bisa diajak menikah :
• Pasangan yang bisa diajak kencan pandai merayu tapi tidak mampu mempertahankan hubungan.
• Jangan terjebak ilusi romantis
• Hati-hati dengan pasangan yang hanya memberikan permen, bunga namun tidak dapat memberikan dukungan di saat diperlukan.
• Carilah pasangan yang bisa memberikan keamanan dan dukungan emosional.
• Buatlah batas dalam berhubungan sehingga Anda berdua tahu batas privasi masing-masing.
• Jika pasangan Anda berjanji untuk bertemu namun tidak melakukannya, Anda berhak menanyakan alasannya.
• Jangan takut untuk bertanya.

Pada saat kencan, mulailah mencari tahu seperti apa pacar Anda tersebut. Misalnya Anda menceritakan pengalaman lucu di kantor Anda, namun dia tidak memberikan komentar bahkan mengalihkan pembicaraan ke hal lainnya. Ini menunjukkan bahwa pria tersebut egois dan belum belajar mendengarkan serta ingin dirinya yang menjadi pusat perhatian.

Kemampuan berbagi adalah kunci ikatan sejati yang kuat. Suatu hubungan bukanlah suatu yang Anda miliki atau tidak. Melainkan kerjasama dua belah pihak di mana terdapat saling asuh, dukungan, kejujuran dan masih banyak lagi.

Hubungan sebelumnya dengan mantan pasangan Anda janganlah dianggap sebagai kegagalan. Namun sebagai pengalaman yang akan memperkaya hubungan Anda berikutnya. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri, tapi belajarlah dari kesalahan sebelumnya.
Jangan takut mencoba, sekalipun tidak sesuai dengan harapan Anda.

Dan jangan pula terpaku pada keinginan misalnya hanya ingin menikah dengan orang yang berasal dari suku yang sama, dan terpelajar. Janganlah berkencan hanya dengan orang yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan pasangan idaman Anda, karena setiap orang tidak ada yang sempurna, pasti ada kelemahan dan kelebihannya.

Anda juga perlu menjadi diri Anda sendiri. Jangan berpura-pura dalam berhubungan karena tidak akan ada hasilnya. Ada empat kualitas utama dari seseorang yang membuat orang lain tertarik yaitu :
1. Kejujuran
2. Dapat dipercaya
3. Rajin
4. Konsisten.

Setiap pria maupun wanita yang bisa dipercaya, selalu jujur dan menjadi dirinya sendiri, akan dapat menikmati kehidupan dan akhirnya menemukan Cinta Sejati.

Rabu, Januari 07, 2009

Trik Menghindari Rayuan Pria


Kebanyakan cewek cukup pandai menolak godaan atau rayuan cowok, maybe itu sudah dari sono-nya kali yah. (Sebagai laki2 g merasa tidak enak mengepostkan artikel ini, ini hanya request dari teman seberang). Tapi ibarat pepatah "sepandai-pandainya tupai melompat toh bisa jatuh juga" kadangkala banyak cewek yang menjadi korban rayuan cowok, akibatnya bisa ditebak. (Hahahah, "ketawa ala penjahat kelas kakap").
Ini dia beberapa Trik untuk menghindari Rayuan Cowok :

1. Jaga jarak bila ngobrol dengan cowok yang mulai terlihat menggoda kamu, jangan terlalu dekat dengannya karena bisa-bisa cowok mulai melakukan aksi grepe-grepe, kan berabe juga. Bila dia mulai mundur langkah, ya cuekin aja. Akhirnya si cowok bisa mengerti kalo kamu ga ada feeling sama dia.

2. Jangan pernah menatap matanya, becoz mata cowok bisa meluluhkan perasaan kamu, apalagi saat pikiran kamu lagi "kosong" wah bahaya! So acuhkan aja apa yang dia obrolin, sambil melihat-lihat obyek yang menarik di sekitar kamu, kalo cowok itu ga punya mental badak pasti udah cabut!

3. Tentu saja seperti yang saya bilang jangan sampai tersentuh olehnya, apapun alasannya, inget lho cewek tuh punya bagian-bagian sensitif. Tapi bila dia makin ingin menyentuh kamu, itu bisa jadikan alasan untuk marah dan menjauhinya.

4. Hati-hati yah dengan cowok agresif, bersikap defensif aja, jangan mudah luluh dengan pujian, misalnya "aduh cantiknya kamu" "wah kamu baek banget anaknya" itu semua hanya rayuan. Bersikap cuek ajalah

5. Jangan pernah percaya apa yang cowok bilang ke kamu. Ada yang bilang cowok itu 85% suka bohong, atau tidak jujur. Tapi biar bagaimanapun kita sebagai kaum cewek tetap waspada kan? Waspadalah waspadalah....

6. Bikin dia gugup, dan semakin ga percaya diri dengan menunjukan bahwa kamu bukan cewek sembarangan, yang mudah dirayu/digoda. Biar saja kita dibilang sombong, belagu, sok cakep, tapi yang penting perasaan kita tetap terjaga buat cowok yang lebih berhak. Betul?

7. Pokoknya be-careful terhadap cowok yang terlihat berlebihan, misalkan memuji berlebihan, menrtaktir berlebihan. Inget lho pesan mbah kita, segala yang berlebihan itu tidak baik.

Sabtu, Januari 03, 2009

Endless Love


Cinta Sejati

Kita sudah sering mendengar definisi “cinta sejati”. Jumlahnya tak terhitung saking banyaknya. Namun kita tak perlu bingung. Toh kebanyakan definisi itu merupakan hasil pemikiran subyektif dan tidak logis. Supaya tidak terjebak dalam kebingungan, lebih baik kita bersandar pada definisi yang ilmiah, obyektif, dan logis.

Salah satu definisi yang ilmiah, obyektif dan logis itu dikemukakan oleh M Scott Peck dalam The Road Less Travelled. Ia mendefinisikan cinta sebagai “kemauan untuk mengembangkan diri sendiri dengan maksud memelihara pertumbuhan spiritual diri sendiri atau perkembangan spiritual orang lain”.

Ungkapan “dengan maksud” pada definisi tersebut saya tebalkan karena tujuanlah yang terutama membedakan antara cinta dan yang bukan cinta. Dengan demikian, cemburu buta atau pun upaya mengekang sang kekasih (walau dengan alasan demi menjaga keselamatannya) bukanlah cinta sejati.

Dalam pada itu, untuk memelihara perkembangan spiritual orang lain yang kita cintai, kita perlu lebih dulu mengembangkan diri sendiri. Mengapa demikian? M Scott Peck menerangkan: "Bila kita mencintai seseorang, cinta kita dapat dibuktikan atau diwujudkan hanya dengan cara pengerahan tenaga kita sendiri…. Cinta bukan tanpa usaha. Sebaliknya, cinta itu penuh dengan usaha."

Selasa, Desember 23, 2008

Realita Di Balik Pria Pemilih


Alasan ‘pria pemilih’ yang sering saya dan Anda pakai dalam konteks tersebut adalah sebuah defense mechanism yang berguna untuk sebagian atau malah seluruh alasan berikut ini:
• mencegah saya terlihat atau dinilai tidak laku oleh teman-teman,
• menutupi bahwa saya juga sebenarnya tidak tahu bagaimana cara mendekati lawan jenis,
• memberikan asumsi bahwa saya memiliki cita rasa tertentu dan setiap wanita harus melalui proses seleksi yang cukup ketat, bukannya seperti pria putus-asa yang siap menerima siapa saja yang datang ke arahnya

Anda keberatan?
Tidak masalah, tunggu saja beberapa tahun lagi, Anda pasti akan mengerti maksud saya.
Ketika saya menyadari hal-hal di atas, alasan dan realita bahwa saya adalah ‘pria pemilih’ menjadi sesuatu yang tolol bin menyedihkan.

Apa Anda memang benar-benar menyadari dan merasa memiliki kemampuan untuk memilih wanita manapun yang Anda inginkan untuk dijadikan partner?

Atau pikiran dan perasaan itu hanya muncul agar Anda terhindar dari rasa malu bahwa Anda terus-menerus jomblo, tidak mengerti banyak soal cara mendekati wanita, dan selalu berakhir pada penolakan?

Silakan jawab pada hati nurani Anda sendiri.

Setelah itu, mulai detik ini biasakan untuk berseru, “Bullshit!” kepada setiap teman Anda yang menyatakan bahwa dirinya adalah ‘cowo pemilih,’ sementara kenyataannya Anda bisa melihat sendiri itu adalah alasan superfisial yang lebih nyaring daripada tong kosong manapun.

Jangan lupa untuk berseru, “Bullshit!” pada diri Anda sendiri setiap kali Anda mendapati mulut dan kepala Anda ingin memakai realita bodoh itu.

‘Cowo pemilih’ adalah salah satu ilusi berbahaya yang menjadi masalah utama banyak pria di luar sana.

Ilusi tersebut mencegah Anda untuk melihat ke dalam diri sendiri.

Ilusi tersebut mencegah Anda untuk mengenali lebih kekurangan yang Anda miliki, terlebih lagi mengakuinya.

Ilusi tersebut membuat Anda berpikir kalau Anda mampu membuat pilihan sementara kenyataannya tidak pernah ada pilihan sama sekali.

Ilusi tersebut menghambat diri Anda untuk memperbaiki diri, terus tenggelam dalam pusaran yang gelap, sampai akhirnya ketika Anda sadar dan ingin mengubah keadaan, semuanya sudah terlambat.

Guys, wake up and smell the coffee.

Coba jadi jujur dengan hati Anda, dan tidak perlu malu atau terkejut bila menemukan ternyata Anda suka berlindung dibalik alasan ‘pria pemilih.’

Be proud that finally you are strong enough to admit it, and realize that you're not alone.

Senin, Desember 22, 2008

Biarkan Cinta Mengalir Seperti Air


Seperti judulnya bisa dilihat kalo mo bahas soal yang satu itu, biarkan cinta mengalir seperti air….Gimana ya…Emang sih itu ada benernya tapi kan ga sesuai dengan prinsip masing2 orang karena setiap orang memiliki pikiran dan cara menjalani hubungan yang berbeda.

Ada orang yang menjalani hubungan seperti : "Ya udah jalanin aja dulu, jangan mikirin yang macem2." Trus adalagi yang ngomong : "Aku serius sama kamu n mau menjadi kekasih hatimu."
Pokoknya macem2 deh….

Jaman sekarang memang agak2 aneh untuk seseorang mengungkapkan keseriusannya. Apa salahnya untuk mengatakan secara langsung bahwa mereka ingin serius. Adalagi yang cinta namun hanya diem saja tanpa memperjelas sebuah masalah…kesel ga sih….
Tapi semuanya hanyalah sebuah ketentuan yang ada didunia ini….

Cinta ga akan kemana2 kalau orang yang saling mencintai tak tahu akan dibawa kemana cinta tersebut. kearah keseriusan or just know each other or anything else that in this world….

so..don't say "Let Love FLow Like tHe Water"….

Rabu, Desember 17, 2008

Berjuang demi cinta??


Kala cinta tak lagi menggoda, bolehkah langsung berpaling?
Kala cinta tak lagi menggoda, patutkah mencari sesuatu yang lebih menggairahkan di luar sana untuk digoda ?

Pernahkah kita dapat merasakan betapa tidak sederhananya situasi ketika kultur tradisional mulai bergesekan dengan dampak dari “kemajuan” ( ditulis dalam tanda kutip sebab kata ini memang selalu mengundang perdebatan, apakah benar kemajuan, atau pelanggaran tradisi ? ) yang dihadapi pada saat ini dimana tingkat pendidikan makin tinggi, dimana para gadis dan pemuda dapat saling berkenalan di sekolah, di universitas, di tempat kerja… Tapi saat hati mereka saling mendekat, mereka tidak bebas untuk saling mencinta, karena terhambat oleh budaya, perbedaan kasta, atau bahasa ?

Pernahkah terpikir bahwa ada banyak rasa cinta, banyak rindu dendam terpaksa terpasung di dalam hati karena tidak bebas tersalurkan?

Terasakah oleh kita nyerinya saat seorang gadis pada suatu malam memandangi foto pemuda yang hadir dalam mimpi-mimpinya di layar handphonenya, tetapi bahkan dia tidak dapat berharap bahwa si pemuda yang juga menyimpan foto diri gadis itu di handphonenya untuk mengunjunginya barang sekejap di rumah?

Dan… terpikirkah perihnya ketika banyak pasangan muda di India mulai berontak melawan tradisi perjodohan ( arranged marriage ) yang seringkali hanya memberikan kesempatan kurang dari 30 menit bagi seorang gadis dan pemuda yang akan harus menyatukan rasa , hati , jiwa dan bergandengan tangan untuk melangkah ke depan bersama seumur hidup untuk memutuskan apakah dia bersedia menikah dengan pemuda/ gadis yang bahkan baru ditemuinya hari itu, yang memang diketahui data dirinya dari daftar riwayat hidup dalam bentuk yang sangat mirip Curriculum Vitae untuk melamar pekerjaan , tetapi sama sekali belum pernah bertukar kata, dan tidak diketahui apakah memang sejiwa , dan bahkan pertemuan kurang dari setengah jam yang akan menentukan apa yang akan dan harus dijalaninya sepanjang sisa umurnya itupun adalah pertemuan yang dihadiri seluruh keluarga besar ?

Pernahkah terpikir berapa banyak gadis dan pemuda nun jauh di sana, di India, yang bercucuran air mata dan hatinya pecah berdarah ketika mereka memilih melangkah ke depan bersama orang yang dicinta, melakukan “love marriage”, begitu mereka menyebutnya, dan saat mereka memilih untuk melangkah ke depan bersama seorang gadis atau pemuda yang dicinta, pada saat yang bersamaan mereka harus keluar dari rumah, tidak lagi dianggap anggota keluarga, tidak bisa berkunjung pulang, tidak pula dikunjungi di rumah mereka, oleh orang tua, dan saudara-saudara, yang sebetulnya juga sangat mereka cinta ?

Jadi : mengapa semudah itu berpaling ?
Jadi : mengapa tidak berusaha berjuang untuk bertahan ?
Jadi : mengapa membiarkan diri untuk digoda atau menggoda di luar sana ?

Ketika pada saat yang sama, banyak orang bahkan sampai kering airmatanya dan pucat pasi karena terlalu banyak darah mengalir dan nyeri karena dalamnya kesakitan yang menusuk, saat mereka sekedar ingin untuk melangkah ke depan bersama-sama dengan yang dicinta, kenapa di tempat lain ada banyak orang yang begitu mudah melepaskan seseorang yang dulu bahkan dipilihnya sendiri untuk dicinta dan dinikahi ?

Sabtu, Desember 06, 2008

Hentikan Menyogok Cewek!


Kebanyakan co merasa kalo ingin PDKT pasti harus keluar agar menunjukkan sebagai cowok yang OK. Sampai2 ada pernyataan seperti ini“Saya kan cowok, harus gentleman! Tentu saja harus bayarin cewek, kalo gak mana ada cewek yang mau sama cowo kere!”

Sepertinya memang masuk akal, kan?
Sayangnya, saya punya berita buruk buat kamu.
Apa yang selama ini kamu dengar adalah SALAH BESAR!

JANGAN PERNAH MEMBAYARI CEWE LAGI!

Dalam sebuah kencan atau PDKT atau pertemuan apapun, cewek targetmu akan membuat keputusan dalam pikiran bawah sadarnya apakah kamu adalah tipe cowo yang memang dia akan kejar / tertarik dan harus didapatkan (baca : GLOSSY) atau kamu adalah tipe yang murahan dan ngarep (baca: LOSSY) yang dengan senang hati ‘membuktikan’ dirimu sendiri dengan membawanya ke tempat-tempat makan yang mahal, mengajaknya nonton di tempat-tempat yang keren, memberinya banyak bunga dan boneka, dst.

Salah satu kalimat yang sering digunakan para cowok saat PDKT sudah dimulai adalah "Jalan yuk kapan-kapan?"

Sepertinya tidak ada yang salah, terdengar jujur kan?

Kalimat itu secara implisit berkata, "Hey, saya pria yang baik, dan saya ingin mengajakmu jalan-jalan, makan, nonton, sehingga saya punya waktu untuk mengenalmu lebih dalam…"

Ya mungkin itu terlihat memang tipe pesan yang tepat untuk disampaikan pada cewek target.

Tapi coba lihat lebih dalam tentang apa yang sebenarnya kamu ucapkan saat kamu menyampaikan seperti itu.

1. Kamu memulai hubungan DARI AWAL dengan menawari untuk memberikan dia sesuatu, dan lebih penting lagi kamu menciptakan HARAPAN. Dengan kata lain, saat kamu melakukan hal tersebut, kamu menciptakan HARAPAN dalam dirinya bahwa kamu akan SELALU melakukan hal tersebut. Itu sebabnya kamu kemudian jadi terjerat untuk terus melakukan hal-hal serupa untuk mempertahankan perhatiannya padamu.

2. Secara tidak langsung kamu mengatakan, "Saya merasa saya perlu menggunakan sejumlah jenis suapan untuk bisa bertemu dengan kamu lagi." Walaupun mungkin kamu berkata, "Ah gak kok, itu bukan untuk nyogok," tapi pada kenyataannya kamu sedang menyuap dia, sobat.

3. Saat kamu mengajak cewe keluar dan dengan luar biasa membuktikan dirimu sangat suka membayari dia apapun yang dia mau, kamu membuat sang cewek tidak memiliki pilihan selain mengelompokkanmu ke dalam kategori ‘cowok rata-rata’ , ‘cowok nice guy’ , dan hal-hal lainnya yang kita biasa sebut LOSSY.

Sekarang kamu mungkin akan menyangkalnya tetapi sayangnya memang itu yang terlihat dari cowok-cowok yang PDKT dengan bayarin nonton, bayarin makan, bayarin pulsa, bayarin ini bayarin itu dan bayarin bayarin lainnya..

Guys, kamu akan berakhir sama dengan ratusan cowok-cowok lain yang menggunakan uang dan sogokan dan hadiah untuk mendapatkan cewe, kamu akan berakhir di tong sampah, merenung dan menyesal.

Jadi untuk sementara ini sampai kamu benar-benar menjadi cowo Glossy…

… BERHENTILAH BERSIKAP SEPERTI COWOK-COWOK LAIN YANG MENCOBA MENARIK PERHATIANNYA DENGAN MEMBERINYA SOGOKAN HADIAH, MAKANAN, DAN PERHATIAN YANG BERLEBIHAN!

That's it!

OK?

Sekarang kamu tahu sedikit mengenai kesalahan yang sering dilakukan cowok-cowok saat mengajak cewek pergi kencan, tetapi sebelum bisa mengajak cewek pergi keluar, tentu saja kamu harus tahu bagaimana caranya membuat seorang cewek mau untuk diajak keluar oleh kamu.

Jumat, Desember 05, 2008

Mengapa Wanita Menyukai Pria Egois?


Anda bertemu dengan seorang wanita yang menarik perhatian Anda. Dan semua tindakan pendekatan yang Anda lakukan direspon dengan baik. Sangat baik malah. Dia menerima semua perhatian yang Anda berikan, bersedia diajak pergi nonton atau makan malam, saling curhat dan tertawa bersama. Sepertinya semua berjalan dengan lancar.

Tapi ketika akhirnya Anda menyatakan perasaan Anda yang bergejolak selama ini, segumpal perasaan yang Anda simpan dan jaga baik-baik di sudut hati Anda yang kelam dan sepi; ketika Anda menyatakan keinginan untuk menjalin sebuah hubungan yang lebih dekat dan bermakna… dia menolak Anda.

Alasan klasik yang selalu dan akan terus dikumandangkan oleh wanita dalam situasi seperti ini dimulai dengan kalimat pembukaan: “Sorry banget, bukannya aku gak suka sama kamu…”

Lalu dilanjutkan dengan: “…tapi selama ini aku hanya anggap kamu sahabatku.” atau alternatif lainnya, “…tapi aku lagi gak pengen pacaran dulu.” Dan akhirnya ditutup dengan: “Tapi kita tetep temenan yah..”

Untuk sesaat, jantung Anda kehilangan ritmenya dan berhenti berdegup sepersekian detik. Hati Anda hancur, terlebih lagi ego Anda. Dan samar-samar dari latar belakang Anda bisa mendengar.. baru kusadari.. cintaku bertepuk sebelah tangan.."

Dan salah satu pertanyaan yang tidak pernah bisa ditemukan jawabnya oleh Anda adalah: “Kalau memang dia tidak tertarik dengan saya dari semula, KENAPA dia terus memberikan respon positif dan harapan-harapan kosong?”

“Why?!”

Apakah wanita menyukai segala bentuk perhatian yang Anda berikan? Apakah wanita tahu ketika Anda sedang melakukan pendekatan? Apakah mereka tahu dari awal kalau mereka akan menolak Anda? Apakah mereka tahu bahwa ujungnya akan berakhir seperti itu?

Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah: YA!

Sejak pertama kali berinteraksi dengan Anda, hanya butuh waktu kurang dari 10 menit bagi wanita untuk memutuskan apakah dia akan mencoba melanjutkan hubungan atau menolak Anda. Lalu mengapa dia terus memberikan respon positif kalau akhirnya harus menyakiti Anda?

Simple saja sebenarnya, karena wanita adalah mahluk paling egois di muka bumi ini.

Dari segi ilmu biologi dan evolusi, hal ini sudah diakui secara saintifik.

Saya tidak sedang menjelek-jelekkan wanita. Sama sekali tidak. Karena sikap egois adalah sifat dasar manusia. Dan tingkat keegoisan wanita, khususnya wanita yang cantik dan high demand, biasanya jauh lebih tinggi dibanding pria.

Sekarang Anda pasti sudah tahu kalau wanita itu adalah mahluk emosional. Hampir segala tindakan mereka didasarkan atas perasaan. Bagi wanita, apa yang mereka rasakan didetik dan saat itu adalah hal yang paling penting untuk mereka, lebih penting dari konsekuensi sebab akibatnya. Dan mereka akan melakukan apa saja untuk memenuhi kepuasan emosional mereka saat itu juga.

Itu sebabnya apabila mereka merasa enak dan nyaman dengan perhatian Anda, mereka akan terus memberikan respon positif yang akan mengundang Anda untuk memberikan lebih banyak lagi perhatian dan kenyamanan untuknya. Meskipun mereka tahu kalau pada akhirnya mereka harus melukai Anda. Tapi perasaan Anda bukanlah prioritas mereka. Apa yang mereka rasakan, apa yang mereka mau, itu lebih penting dari apapun juga.

Saya sama sekali tidak menyalahkan wanita karena bersikap egois. Everyone has the right to be selfish. It’s just natural. Dan fokus saya memang bukan pada pihak wanita. Semua yang saya tulis diatas hanyalah agar Anda mengerti apa yang akan saya bagikan di bawah. Dan karena itu, makanya saya justru menyalahkan Anda yang selama ini kurang egois.

Ya! Anda kurang egois. Dan itu yang menyebabkan Anda selalu gagal dan menjadi korban dunia romansa yang kejam dan tidak pandang bulu. Wanita itu egois, dan pria seperti apa yang dapat membuat wanita tertarik? Pria yang lebih egois daripada dirinya.

Egois di sini maksudnya memprioritaskan diri Anda dan kebahagiaan Anda di atas si wanita. Anda tahu dengan pasti tipe wanita seperti apa yang Anda cari, dan apa yang Anda inginkan dari sebuah hubungan. Anda ingin yang terbaik untuk diri Anda dan Anda tidak akan menerima kurang dari itu.

Egois berarti Anda memiliki prinsip hidup yang kuat dan tidak meladeni hal-hal yang akan mengkompromikan kebahagiaan Anda.

Apabila Anda egois, Anda tidak akan bersedia dijadikan pria dispenser oleh wanita, yang hanya dihampiri apabila sedang dibutuhkan. Atau seperti dalam kasus di atas, apabila Anda egois Anda tidak akan bersedia memberikan perhatian Anda sebelum si wanita putus hubungan dengan pasangannya. Karena bukan saja Anda kehilangan waktu, tenaga dan biaya, hati dan perasaan Anda pun dapat terluka. Jadi Anda akan bersikap tegas.

All or nothing. Take it or leave it.

Apabila Anda egois, Anda tidak akan memberi perhatian berlebih kepada wanita, mentraktirnya makan, memberi hadiah dan melakukan semua permintaanya, malahan Anda akan membuat agar si wanita yang melakukan itu semua kepada Anda. Anda tidak akan berinvestasi terlalu banyak sebelum dia juga berinvestasi pada Anda.

Apabila Anda egois, Anda akan melakukan hal-hal yang menyenangkan diri Anda bukannya hal-hal yang menyenangkan si wanita. Anda akan mengajaknya nonton film action, bukannya ikut dengannya nonton film drama percintaan. Anda akan mengajaknya hang out dengan teman-teman Anda, bukannya ikut dia dengan teman-temannya dan duduk begong sementara mereka bergosip ria dan ketawa-ketiwi.

Kebahagiaan Anda adalah fokus utama Anda. Karena Anda tidak mungkin bisa membahagiakan wanita apabila Anda sendiri tidak bahagia. Jika Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan, berarti Anda dapat memberikan apa yang wanita inginkan. Ini prinsip sederhana yang sering dilupakan pria. Dan secara sadar ataupun tidak, wanita mengerti prinsip ini. Itu yang menyebabkan mereka tertarik kepada Anda.

Apabila Anda egois, Anda akan membuat diri Anda dikejar wanita dan bukan mengejarnya. Anda akan dingarepin oleh wanita, bukan ngarep pada wanita.

Ironis memang kedengarannya, tapi sebenarnya Anda sedang memberikan apa yang wanita inginkan. Wanita menginginkan pria yang tahu bahwa dirinya mampu untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Menurut pengalaman saya pribadi, sering kali saya mengalami kegagalan justru ketika saya mengalah dan menuruti keinginan wanita daripada keinginan saya sendiri.

Tapi Anda harus ingat satu prinsip lagi: menjadi egois bukan berarti Anda memakai segala macam cara yang manipulatif untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Apabila dia tidak mau menjadi pasangan Anda, maka Anda harus mengerti dan tidak perlu memaksanya. Cukup pergi dan cari yang Anda inginkan di tempat lain.